RSS

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG PECAHAN DENGAN MEDIA VISUAL

13 Jan

A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah

Metematika merupakan ilmu hitung yang berupa nominal. Struktur yang ada dalam matematika sangatlah sistematis mulai dari metematika tingkat dasar (hitungan) sampai pada matematika terapan atau aplikasi terhadap ilmu yang lain serta pengembangannya. Penguasaan bilangan akan besar pengaruhnya dalam mempelajari matematika.

Dalam melaksanakan pengajaran matematika khususnya di sekolah dasar masih terdapat kesulitan untuk materi bilangan terutama pokok bahasan pecahan. Kesulitan ini berawal dari penguasaan konsep yang kurang atau tidak memahami tentang konsep pecahan secara menyeluruh. Pemahaman konsep merupakan langkah awal yang diambil untuk menuju pada tahap selanjutnya yaitu aplikasi dalam perhitungan matematika.

Pemahaman pecahan pada proses pembelajaran tidak mudah untuk dilakukan. Pemahaman konsep yang baik sebagai dasar untuk pengembangan materi lebih lanjut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari guru maupun sarana prasarananya.

Guru merupakan komponen pengajaran yang memiliki peranan penting  dan  utama,  karena  keberhasilan  proses  belajar  mengajar  sangat ditentukan  oleh  faktor  guru. Keberhasilan  guru  dalam menyampaikan materi sangat  tergantung  pada  kelancaran  interaksi  komunikasi  antara  guru  dengan siswanya. Mengingat hal tersebut, seorang guru matematika dituntut untuk memahami dan mengembangkan suatu strategi pengajaran di dalam kelas untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Hal ini juga bertujuan agar dapat mengurangi rasa jenuh pada siswa.

Pembelajaran  konsep  bilangan  pecahan  perlu  adanya sarana penunjang  bagi  siswa  dalam  menuju  konsep  matematika yang  abstrak. Proses pembelajaran diperlukan penggunaan  media pembelajaran yang sesuai  dalam  pelajaran  matematika. Belajar tidak hanya  sekedar  hafalan  atau  mengingat-ingat  fakta  saja  yang  tentunya  akan mudah  dilupakan  dan  sulit  untuk  dimiliki.

Pemilihan media sebagai salah satu strategi pembelajaran merupakan hal yang dominan dalam pemahaman konsep. Didalam kegiatan belajar mengajar ketidakjelasan materi yang disampaikan dapat dibantu dengan menggunakan media sebagai perantara. Kerumitan bahan pelajaran dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran yaitu media visual. Sebagai media salah satu manfaat dari alat bantu visual tersebut yaitu dapat digunakan untuk menyampaikan materi. Alat bantu visual mampu menampilkan gambar, tulisan, animasi yang bergerak yang akan membantu penyampaian konsep, membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama serta meningkatkan kemampuan intelektual sehingga akan lebih meningkatkan pemahaman konsep.

Berdasarkan latar belakang masalah  tersebut diatas, maka peningkatan pemahaman konsep siswa memerlukan alat bantu berupa media yang sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan. Dalam penelitian ini, diharapkan ada peningkatan pemahaman konsep operasi hitung pecahan  melalui media visual.

2.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas yang telah diuraikan maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah “ Apakah penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung pecahan pada siswa SD Negeri 2 Tambakbaya? ”.

3.      Tujuan Penelitian

Sejalan dengan permasalahan dalam usaha penelitian ini, maka tujuan yang akan dicapai adalah untuk “Mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep operasi hitung pecahan menggunakan media visual pada siswa SD Negeri 2 Tambakbaya.

4.     Manfaat Penelitian

  1. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan dalam pembelajaran matematika terutama dalam meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung pecahan dengan media visual.

2.  Manfaat praktis

Bagi siswa:

  1. Meningkatkan pemahaman siswa dalam operasi hitung pecahan
  2. Meningkatkan hasil belajar dan prestasi siswa
  3. Meningkatkan kemajuan anak dalam belajar matematika

Bagi guru:

  1. Meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai materi pada operasi hitung pecahan
  2. Guru  akan  lebih  mengerti  akan  pentingnya  media  dalam pembelajaran.

5.     Definisi Istilah

  1. Pemahaman

Berasal dari kata paham yang artinya mengerti atau mengetahui mendapat imbuhan  pe-an  yang  artinya menjadi  lebih mengerti  atau menjadi  lebih mengetahui.

  1. Konsep

Konsep  adalah  suatu  yang  diterima  dalam  pikiran  atau  sebuah  ide  yang umum  dan  abstrak  sehingga  konsep  merupakan  penyajian-penyajian internal dari sekelompok stimulus, konsep-konsep  itu  tidak dapat diamati tapi konsep dapat disimpulkan dari perilaku.

  1. Operasi hitung Pecahan

Bilangan  pecahan  adalah  bilangan  yang  berbentuk  a/b  dimana  a  dan  b bilangan bulat dan b bukan nol, a di sebut pembilang dan b disebut dengan penyebut dan b bukan faktor.

Operasi hitung pecahan  adalah pengerjaan hitung bilangan pecahan yang meliputi  penjumlahan  pengurangan  perkalian  dan  pembagian

  1. Media visual

Alat bantu pembelajaran yang mengandalkan penglihatan. Bahan pelajaran ditangkap oleh indera penglihatan.

B.    LANDASAN TEORI

  1.    Kajian Teori

a.      Pemahaman konsep matematika

1)      Hakikat matematika

Menurut Hamzah (2007:129), menyatakan bahwa matematika adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis, yang unsur-unsurnya logika dan intuisi, analisis dan konstruksi, generalitas dan individualitas.

Menurut Paling (Mulyono Abdurrahman, 2003:252), mengemukakan bahwa matematika adalah suatu cara untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia; suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan menghitung dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.

2)      Operasi hitung pecahan

Bilangan  pecahan  adalah  bilangan  yang  berbentuk  a/b  dimana  a  dan  b bilangan bulat dan b bukan nol, a di sebut pembilang dan b disebut dengan penyebut dan b bukan faktor.

3)      Hakikat pemahaman konsep

Pemahaman dalam penelitian ini adalah kesanggupan untuk mengenal fakta, konsep, prinsip, dan skill. Pemahaman meliputi penerimaan dan komunikasi secara akurat sebagai hasil komunikasi dalam pembagian yang berbeda dan mengorganisasi secara singkat tanpa mengubah pengertian.

Konsep merupakan buah pikiran seseorang atau sekelompok orang yang dinyatakan dalam definisi sehingga melahirkan produk pengetahuan, meliputi prinsip hukum dan teori ( syaiful Sagala, 2005:71)

Dalam upaya untuk mengoptimalisasi pemahaman konsep pada siswa adalah siswa harus berani mengungkapkan pendapatnya tentang materi yang disampaikan guru atau temannya. Ada tujuh ciri pemahaman konsep yaitu sebagai berikut.

  1. Menyatakan ulang sebuah konsep
  2. Mengklasifikasi obyek-obyek menurut sifat-sifat tertentu atau sesuai dengan konsepnya
  3. Memberi contoh dan non contoh dari konsep
  4. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis
  5. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep
  6. Menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu
  7. Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah

b.   Penggunaan Media Visual dalam Pembelajaran Matematika

1)      Hakekat Pembelajaran Matematika

Pembelajaran menurut Dageng dalam (Uno, 2006:134-135) adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa.

Jadi dapat dismpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu upaya untuk membelajarkan siswa mengenai cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan menghitung dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.

2)      Media Visual

Sadiman (2002 : 6) Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar tercapai.

Jadi media adalah sebagai alat bantu dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi dalam kegiatan pembelajaran.

Media visual merupakan sebuah media yang dapat ditangkap oleh indera penglihatan dan digunakan untuk memperjelas keterbatasan visual. Suatu pengajaran akan lebih efektif apabila objek dan kejadian menjadi bahan pengajaran dapat divisualisasikan secara realistik menyerupai keadaan yang sebenarnya, Sanaky (2009 : 98).  Contoh : gambar, foto, slide.

Jadi media visual adalah alat bantu yang bisa ditangkap dengan indera penglihatan yang digunakan untuk memperjelas keterbatasan visual guna mengefektifkan komunikasi dan interaksi dalam kegiatan pembelajaran.

c.       Penerapan penggunaan media visual pada pembelajaran matematika pokok bahasan operasi hitung pecahan.

Pembelajaran penjumlahan pecahan merupakan salah satu materi yang dianggap sulit oleh sebagian besar guru SD. Oleh karena itu, penggunaan peraga blok pecahan terasa sangat diperlukan dalam pembelajaran.

Macam-macam blok pecahan

Warna  yang  berbeda  pada  blok  pecahan  untuk  memudahkan  anak  memahami perbedaan  nilai  dari  pecahan  yang  diwakilinya.  Alat  peraga  blok  pecahan  dapat digunakan  untuk  urutan  pembelajaran  pecahan  di  kelas  III,  IV,  V,  VI  SD  dalam konsep materi:

•  pecahan

•  membandingkan pecahan

•  pecahan senilai

•  penjumlahan dan pengurangan pecahan

Memperagakan penjumlahan pecahan

1.      Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama

Kesimpulan

Penjumlahan 2 pecahan berpenyebut sama dapat dilakukan dengan menjumlahkan  pembilang dari kedua pecahan tersebut, sedangkan penyebutnya tetap.

2.      Penjumlahan pecahan yang berpenyebut tidak sama (beda penyebut)

Pembelajaran  penjumlahan  pecahan  beda  penyebut  diawali  dengan  peragaan penjumlahan pecahan yang penyebut satu merupakan kelipatan dari penyebut yang lain.

Contoh 1.  Bila blok pecahan hijau langsung digabung dengan blok pecahan merah maka nilai pecahan yang diwakili belum tampak. Maka harus diubah yang sewarna.

Kesimpulan

Penjumlahan  dua  pecahan  berpenyebut  tidak  sama  dan  salah  satu  penyebutnya merupakan  kelipatan  penyebut  yang  lain, dapat dilakukan  dengan   menyamakan penyebutnya terlebih dahulu  kemudian baru dijumlahkan

Catatan

Dengan  cara  yang  sama  dapat  dilakukan  penjumlahan  2  pecahan  yang berpenyebut  tidak  sama  dan  penyebut  satu  bukan  kelipatan  penyebut  yang  lain dengan menyesuaikan  tingkat kelas dan semester.

2.        Kajian pustaka

Dalam penelitian ini, penulis mengacu pada penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilaksanakan penulis. Berikut beberapa penelitian yang relevan untuk dijadikan sebagai bahan telaah bagi penulis.

Penelitian yang dilakukan Jorge Garcia (2007) menyimpulkan  bahwa tujuan dari menerapkan metode visual tidak untuk mendapatkan keahlian dalam semua jenis masalah penjumlahan pecahan (misalnya menambahkan pecahan, mengurangkan pecahan, dll), tetapi untuk mendapatkan intuisi, kejelasan dan formalitas tentang konsep pecahan penjumlahannya.

Penelitian Nihat Boz (2005) memberikan kesimpulan bahwa visualisasi dinamis bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk mendapatkan  pemahaman yang lebih besar dari konsep-konsep matematika atau dapat menjadi sumber daya untuk memecahkan masalah matematika.

Dari hasil-hasil penelitian yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman konsep. Mengacu pada penelitian diatas, maka akan dilakukan penelitian pada konsep pokok bahasan operasi hitung pecahan.

3.        Kerangka berfikir

Pembelajaran matematika cenderung menghafal, mengulang dan menyebutkan definisi tanpa memahami maksud isinya. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tidak terlepas dari pemahaman konsep yang dimilikinya.

Memilih dan menggunakan strategi pembelajaran akan besar pengaruhnya dalam keberhasilan guru dalam mengajar. Untuk itu diperlukan adanya strategi mengajar yang tepat.

Untuk meningkatkan pemahaman konsep perlu diberikan upaya untuk mengatasi siswa yang kesulitan dalam memahami konsep. Dengan adanya media pembelajaran diharapkan siswa akan lebih memahami konsep yang diajarkan oleh guru. Media pembelajaran berupa alat bantu visual merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep pada mata pelajaran matematika.

Bila digambarkan maka akan tampak sebagai berikut.

Meningkatnya pemahaman konsep operasi hitung pecahan pada siswa.

Pembelajaran operasi hitung pecahan dengan menggunakan media visual yaitu dengan menggunakan gambar pecahan bagian untuk menyatakan nilai suatu pecahan.

Guru kurang optimal dalam memanfaatkan strategi pembelajaran.

Kondisi Awal

Tindakan

Kondisi akhir

Rendahnya pemahaman konsep pada siswa.

4.        Hipotesis Tindakan

Berdasarkan hasil tinjauan pustaka tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut.

Pemahaman konsep pecahan akan meningkat jika siswa diberikan pengajaran menggunakan media visual.

C.       METODE PENELITIAN

1.      Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang berbentuk kajian refleksif oleh pelaku tindakan. Selain itu, penelitian ini bersifat praktis situasional dan kondisional berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung pecahan.

2.         Setting Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Tambakbaya. Pemilihan tempat didasarkan pada pertimbangan selain sekolah ini belum pernah dilakukan penelitian dengan judul yang sama dengan peneliti, letaknya juga berdekatan dengan tempat tinggal peneliti.

Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, yaitu bulan September 2011 sampai bulan Januari 2012. Adapun rincian kegiatan penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tahap persiapan           : Minggu ke II bulan September 2011 sampai Minggu ke IV bulan Oktober 2011.
  2. Tahap pelaksanaan       : Minggu ke I bulan November 2011 sampai Minggu ke I bulan Desember 2011.
  3. Tahap analisis data       : Minggu ke II bulan Desember 2011 sampai Minggu ke I bulan Januari 2012.
  4. Tahap pelaporan           : Minggu ke II bulan Januari 2012 sampai Minggu ke IV bulan Januari 2012

3.      Subyek penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa dan guru Sekolah Dasar Negeri 2 Tambakbaya. Siswa yang dijadikan penelitian ini adalah siswa kelas III siswa kelas tersebut berjumlah 42 orang. Terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan.

4.      Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian yaitu tentang penggunaan media visual dalam pembelajaran. Data primer ini diambil dengan mengenakan alat pengambilan data langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari.

Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak langsung diperoleh peneliti dari subjek penelitinnya. Dalam penelitian ini data sekundernya adalah berupa dokumen-dokumen atau data laporan yang telah tersedia yang mendukung dalam penelitian.

Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data yaitu siswa, guru yang mengajar, dan kepala sekolah. Objek penelitian ini adalah strategi pembelajaran matematika yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri 2 Tambakbaya.

5.      Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian (Sugiyono, 2008: 206). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi, tes,  dan dokumetasi.

Dalam hal ini observasi yang dilakukan adalah turut mengawasi berlangsungnya proses belajar mengajar di SD N 2 Tambakbaya. Pada waktu observasi dilakukan, penelitian mengamati proses pembelajaran dan mengumpulkan data mengenai segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut baik yang terjadi pada guru, siswa maupun situasi kelas. Observasi digunakan untuk mengetahui adanya perubahan tingkah laku tindakan belajar siswa yaitu peningkatan pemahaman konsep matematika menggunakan media visual.

Tes merupakan pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data perubahan hasil belajar yang dilakukan sesudah tindakan.  Metode tes pada penelitian ini digunakan untuk memperoleh data siswa berkenaan hasil penguasaan materi yang dikuasai siswa.

Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data atau informasi dari berbagai sumber tertulis atau dari dokumen yang ada pada informan.

6.      Instrument Penelitian

a.      Penyusunan Instrumen

  1. Pedoman Observasi

Pedoman observasi dalam penelitian ini adalah mengamati secara langsung dengan teliti, cermat dan hati-hati terhadap fenomena yang ada. Dalam penelitian ini yang diobservasi adalah  fenomena yang terjadi saat pembelajaran matematika berlangsung. Observasi dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan.

2.   Pedoman Tes

Pedoman tes digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data sehingga dapat diketahui data mengenai presentasi  belajar siswa tentang peningkatan hasil belajar tentang pecahan dalam pembelajaran. Dalam hal ini tes matematika disususn berdasarkan aspek pemahaman, aplikasi dan analisis yang terjadi dari aspek merencanakan penyelesaian, dan soal secara keseluruhan.

b.    Validitas Isi Instrumen

Validitas merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrumen. Uji validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi adalah validitas yang diisi dari segi test itu sendiri sebagai alat pengukuran hasil belajar yaitu sejauh mana test belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik, isinya telah dapat mewakili keseluruhan materi pelajaran yang telah diberikan.

Dalam penelitian ini validitas data diperiksa tidak melalui analisis statistik tetapi menggunakan analisis rasional. Salah satu cara yang praktis untuk melihat apakah validitas isi telah terpenuhi. Uji validitas isi instrumen dilakukan dengan melihat bahwa item-item dalam test telah sesuai dengan kurikulum yang berlaku pada saat penelitian berlangsung pada pokok. Pemeriksaan indikator-indikator pada item-item soal latihan dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, guru matematika SD tempat penelitian dan kedua dosen pembimbing.

7.         Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode alur. Dimana langkah-langkah yang harus dilalui dalam metode alur meliputi pengumpulan data, penyajian data, dan verifikasi data.

  1. Proses analisis data

Proses analisis dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Setelah dikaji kemudian membuat rangkuman untuk setiap pertemuan atau tindakan di kelas. Berdasarkan rangkuman yang dibuat kemudian peneliti melaksanakan reduksi data yang kegiatannya mencakup unsur-unsur sebagai berikut:

1)      Memilih data atas dasar relevansi

2)      Menyusun data dalam satuan-satuan jenis

3)      Memfokuskan penyederhanaan dan mentransfer dari data kasar ke catatan lapangan.

2.   Penyajian Data

Pada langkah penyajian penelitian ini, peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga dapat menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu. Dengan cara menampilkan data dan membuat hubungan antara variable, peneliti mengerti apa yang terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penalitian.

3.   Verifikasi Data

Verifikasi data atau panarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap untuk memperoleh derajat kepercayaan tinggi. Dengan demikian, analisi data dalam penelitian ini dilakukan sejak tindakan dilaksanakan. Verifikasi data dilakukan pada setiap tindakan yang pada akhirnya dipadukan menjadi kesimpulan.

8.         Keabsahan Data

Data dalam penelitian ini disahkan melaui teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain (Moleong, 2006: 256). Triangulasi dilakukan dengan cara triangulasi teknik dan sumber data.

Triangulasi sumber data diterapkan dengan mengambil data dari beberapa sumber, dalam pnelitian ini sumber datanya adalah siswa, guru, kepala sekolah dan masyarakat sekitar.

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu dengan observasi, tes, dan dokumentasi  (Sugiyono, 2008: 209)

9.         Prosedur Penelitian

Proses penelitian tindakan merupakan kerja berulang atau (siklus), sehingga diperoleh pembelajaran dapat membantu siswa dalam menyelesaikan soal tentang pecahan. Penelitian ini terdapat rencana, tindakan, observasi dan refleksi.

Langkah-langkah PTK dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Rencana

Menyediakan perangkat penelitian meliputi:

1)      Rencana pembelajaran yang berisikan tentang : (a). Pokok Bahasan, Sub Pokok Bahasan (b). Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) (c). Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) (d). Sumber / Alat / Metode (e). Penilaian

2)      Lembar Observasi murid

3)       Lembar Kerja Siswa

2.    Pelaksanaan Tindakan

1)      Menggunakan media visual untuk membedakan pecahan bagian.

2)      Siswa menunjukkan nilai suatu pecahan yang dinyatakan dalam gambar.

3)      Melalui bimbingan guru siswa menunjukkan nilai penjumlahan pecahan dengan penyebut sama yang dinyatakan dalam gambar.

4)      Melalui bimbingan guru siswa menunjukkan nilai penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda yang dinyatakan dalam gambar.

5)      Mengerjakan latihan soal dengan cara yang telah diajarkan.

3.   Observasi

Pengamatan yang dilakukan pada siswa dalam menggunakan media visual adalah dengan menyediakan lembar pengamatan tentang : Kegiatan Siswa, pada :

1)      pendahuluan

meliputi : (a) Melengkapi alat tulis

(b) mengerjakan PR

2)      Kegiatan inti

Meliputi :  (a) Memperhatikan uraian guru

(b) Mengerjakan latihan tepat waktu

(d) Berani bertanya

(e) Berani menjawab pertanyaan guru

(f) Kurang memperhatikan seperti bercanda, minta izin.

3)       Penutup

Meliputi : merangkum pelajaran.

4.    Refleksi

Berkaitan dengan hasil observasi tentang kegiatan dan hasil belajar

siswa di atas maka penelitian berkolaborasi dengan pengamat dan

menetapkan :

1)      Apa yang telah dicapai siswa dalam penggunaan media visual dalam pembelajaran operasi hitung pecaahan.

2)      Apa yang belum dicapai siswa dalam penggunaan media visual dalam pembelajaran operasi hitung pecahan.

3)      Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran dalam sikslus berikutnya.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on January 13, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: